Love LetTer #6 - Damailah di Tempat Yang Tenang, Sultanku

26 DESEMBER 2013 - 07.45 WITA-
Bagai petir yang menggelegar,,,
Belum saja matahari di pagiku tersenyum hangat.,,
Kabar itu datang...
Entah aku masih bermimpi tetapi itu nyata,,,,
Hilang,,, pergi,,,,
Tanah sepertinya mengerti terlebih dahulu..
Merelakannya basah berenfam lumpur...
Seakan dia tak rela melihat tangisan airmata timoah membasahinya denga  sia-sia,,,
Entah angin pun sepertinya mengerti..
Mengirim pagi yang dingin tetapi hangat,,,,
Agar jiwa - jiwa dapat mengantarkannya pergi dengan suara-suara suci,,,
Meski dengan suara tangis yang tak berkesudahan,,,,
Hilang,,, pergi,, pergi dengan tenang,,,
Dia, permata hati untuk sang bundanya,,,
Pemilik tubuh tempat bercokolnya tulang rusuk sang istri tercinta...
Pemilik tangan kekar nan lembut untuk memeluk kasih sang putra-putra tercinta,,,
Dan Sang Putra pemilik cinta untum semuanya,,,
Pergi dengan indah,,
Layaknya dijemput indah oleh ksatria berbaju putih dengan tanpa mengucapkan apa-apa,,,
Diam dalam diam,,,
Diam dalam sedih,,,
Dia  dalam air mata orang-oranf tersayang,,,
Dan diam dari orang - orang yang mengasihimu,,,
Selamat jalan Ruma Ferry,,,
Goresan ini nanda persembahkan untukmu..
Dari pulau nun jauh dari rumah abadimu...
Tenang dan damai Sultanku,,, Bupati yang dicintai rakyat... idolaku,,,
*teruntuk bunda Dinda, dae Yandi, dan Dae tama, berserta seluruh keluarga kesultanan Bima yang ditinggalkan,, sabar dan tawakal,,,,

Komentar