Tak ada kata lain selain kata ‘maaf’ untuk semuanya…. maaf jika
aku masih berbohong untuk hatiku… maaf, ternyata aku masih
merindukanmu…. merindukan sosokmu seperti setahun yang lalu„, maaf, jika
aku mengatakan kalimat yang mungkin membuatmu frustasi„, “AKU MASIH
MEMILIKI RASA INI UNTUKMU”… rasa yang setidaknya seathun lebih aku
pertahankan„ dan menjadi semangat untukku„, maaf… aku ternyata masih
sayang kamu„, mungkin menggelikan untuk dibayangkan jika kata ini
tersirat lewat suara nyata… tapi, kejujuran hati mengalahkan keegoisan
otak„ dan aku tak bisa mengelak untuk itu….
ini bukan surat cinta„, ini hanyalah untaian kata-kata jujur yang tak bisa terbendung„ ini bukan tulisan atas dasar airmata yang mengalir… tapi ini, tulisan yang diiringi senyuman tulus, karena kagum akan kebesaran hati… dan ini bukanlah surat permohonan maaf„ ini hanyalah permohonan izin…
izinkan aku untuk mencintaimu… izinkan aku untuk menyimpan rasa ini„, dan izinkan aku untuk tetap memeluk erat semangat dari rasa ini… hingga rasa ini menghilang dengan sendirinya„, seperti buih yang meletus diatas air yang mendidih…
aku tak berharap, dirimu membalas suara hati ini lewat kata-kata yang sama… aku tidak berharap, dirimu berlari kearahku dengan muka penuh senyum atau wajah yang memiliki arti lain„„ aku hanya ingin kau tau saja„„ (please !! jangan jadikan beban karena ini hanya sebuah kejujuran tanpa meminta jawaban„,)„, hanya tanda„ agar aku tau kau telah mengetahuinya…
„dan jangan tanyakan„ kenapa aku bisa menyukaimu„, karena tidak ada alasan untuk menyukai dan mencintai seseorang, bukan???
„dan jangan pernah menanyakan„ dari mana aku belajar tentang ini semua„ karena, tak perlu belajar untuk mencintai seseorang, karena itu akan sia-sia, cinta itu perasaan yang tulus dan tiba-tiba…
„dan janganlah heran„, aku akan selalu mendoakan dan menyemangatimu tanpa kau lihat dan kau minta… karena cinta yang tulus bukan soal memiliki, tetapi melindungi„„,
—dari seorang yang selalu merepotkanmu,—-
@iinzahra, di dalam kamar M33, 180613
ini bukan surat cinta„, ini hanyalah untaian kata-kata jujur yang tak bisa terbendung„ ini bukan tulisan atas dasar airmata yang mengalir… tapi ini, tulisan yang diiringi senyuman tulus, karena kagum akan kebesaran hati… dan ini bukanlah surat permohonan maaf„ ini hanyalah permohonan izin…
izinkan aku untuk mencintaimu… izinkan aku untuk menyimpan rasa ini„, dan izinkan aku untuk tetap memeluk erat semangat dari rasa ini… hingga rasa ini menghilang dengan sendirinya„, seperti buih yang meletus diatas air yang mendidih…
aku tak berharap, dirimu membalas suara hati ini lewat kata-kata yang sama… aku tidak berharap, dirimu berlari kearahku dengan muka penuh senyum atau wajah yang memiliki arti lain„„ aku hanya ingin kau tau saja„„ (please !! jangan jadikan beban karena ini hanya sebuah kejujuran tanpa meminta jawaban„,)„, hanya tanda„ agar aku tau kau telah mengetahuinya…
„dan jangan tanyakan„ kenapa aku bisa menyukaimu„, karena tidak ada alasan untuk menyukai dan mencintai seseorang, bukan???
„dan jangan pernah menanyakan„ dari mana aku belajar tentang ini semua„ karena, tak perlu belajar untuk mencintai seseorang, karena itu akan sia-sia, cinta itu perasaan yang tulus dan tiba-tiba…
„dan janganlah heran„, aku akan selalu mendoakan dan menyemangatimu tanpa kau lihat dan kau minta… karena cinta yang tulus bukan soal memiliki, tetapi melindungi„„,
—dari seorang yang selalu merepotkanmu,—-
@iinzahra, di dalam kamar M33, 180613
Komentar
Posting Komentar