Dalam penerapan ilmu Perencanaan Wilayah dan Kota, analisis Lokasi dan Pola Ruang sangatlah di butuhkan dalam merencanakan sebuah wilayah sangat dipengaruhi oleh bagaimana bentuk ruang dan pola sebuah wilayah.
Teori keruangan pada dasarnya di awali oleh teori lokasi telah di jelaskan oleh para ilmuwan sebelumnya, yaitu Von Thunen yang terkenal dengan teori lokasi pertaniannya, Weber dan Losch yang cenderung ke arah teori lokasi Industri, dan Christaller yang teorinya terkenal dengan sebutan Central Place Theory atau Teori Tempat Pusat.
Analisis keruangan adalah analisis lokasi yang menitik beratkan pada tiga unsur jarak (distance), kaitan (interaction) dan gerakan (movement), tujuan dari analisis keruangan adalah untuk mengukur apakah kondisi yang ada sesuai sesuai dengan struktur keruangan, dan menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu hubungan antara ekonomi dan interaksi keruangan, aksesibilitas antara pusat dan perhentian suatu wilayah, dan hambatan interaksi, hal ini didasarkan oleh adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya hirakri diantara tempat-tempat tersebut.
Namun,pada kenyataannya dalam suatu wilayah ada keterkaitan fungsional antara satu pusat dengan wilayah sekelilingnya dan adanya dukungan penduduk untuk keberadaan suatu fungsi tertentu dimana barang mempunyai sifat goods order dan tidak setiap barang/jasa ada di setiap tempat. Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam Central Place Theory yang dikemukakan oleh Walter Christaller dimana perkembangan tempat-tempat sentral tergantung konsumsi barang sentral yang dipengaruhi faktor penduduk, permintaan & penawaran serta harga, juga kondisi wilayah dan transport.
Untuk menganalisis dan memecahkan masalah interaksi keruangan seperti menganalisis penggunaan lahan antara pusat kota dengan perumahan penduduk, perbedaan nilai lahan antara kota besar dengan kota kecil, analisis terhadap perpindahan populasi, corak migrasi, pola perjalanan bisnis dan commercial travel serta pertukaran informasi dan barang, semua itu dapat dianalisis dengan mempergunakan Model Gravitasi.
Suatu wilayah tertentu bergantung pada wilayah lain, demikian juga wilayah lain memiliki ketergantungan pada wilayah tertentu. Diantara wilayah-wilayah tersebut, terdapat wilayah-wilayah tertentu yang memiliki kelebihan dibanding yang lain sehingga wilayah tersebut memiliki beberapa fasilitas yang mampu melayani kebutuhan penduduk dalam radius yang lebih luas, sehingga penduduk pada radius tertentu akan mendatangi wilayah tersebut untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan.
Nearest Neigbour Analysis
Persebaran titik sering digunakan geografi, tetapi yang sulit adalah menjelaskan bagaimana pola persebarannya Sehingga digunakanlah analisa tetangga terdekat nearest neighbour analysis (NNA), Dengan NNA, kita akan memperoleh sebuah indeks yang dapat dihubungkan dengan tempat lain. Yang mana kegunaanya adalah untuk Melihat pola sebaran objek (fisik atau non fisik)dalam ruang, dan merencanakan letak pusat pelayanan.
Analysis ini memiliki asumsi yaitu:
Daerah yang dianalisa memiliki tingkat aksesibilitas yang seragam dan tidak ada hambatan,
Jika ada hambatan, tidak dapat dilihat sebagai titikTerdekat
Objek yang diteliti memiliki kekuatan yang sama
Jarak terdekat ditentukan oleh peneliti
Jumlah titik yang dianalisa memenuhi persyaratansampel besar (beberap sumber menyebutkan minimum 30)
Graph Theory
Analisis Graf dilakukan untuk menganalisis sebaran garis, jaringan sungai dan jaringan jalan,misalnya, Jaringan jalan sebagai prasarana penghubung lokasi sebagai salah satu indikator kemajuan wilayah. Jika kerapatan jaringan jalan menunjukkan panjang jalan dalam suatu wilayah, maka dengan analisis graf dapat menunjukkan tingkat keterkaitan antar lokasi di suatu tempat.
Morlok (1988) mengemukakan bahwa akibat adanya perbedaan tingkat pemilikan sumberdaya dan keterbatasan kemampuan wilayah dalam mendukung kebutuhan penduduk suatu wilayah menyebabkan terjadinya pertukaran barang, orang dan jasa antar wilayah. Dalam menyelenggarakan kehidupannya, manusia mempergunakan ruang tempat tinggal yang disebut permukiman yang terbentuk dari unsur-unsur working, opportunities, circulation, housing, recreation, and other living facilities (Hadi Sabari Yunus, 1987).
Unsur circulation adalah jaringan transportasi dan komunikasi yang ada dalam permukiman. Sistem transportasi dan komunikasi meliputi sistem internal dan eksternal. Perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain selalu melalui jalur-jalur tertentu. Tempat asal dan tempat tujuan dihubungkan satu sama lain dengan suatu jaringan (network) dalam ruang. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan jalan, yang merupakan bagian dari sistem transportasi. Transportasi merupakan hal yang penting dalam suatu sistem, karena tanpa transportasi perhubungan antara satu tempat dengan tempat lain tidak terwujud secara baik (Bintarto, 1982). Hurst (1974) mengemukakan bahwa interaksi antar wilayah tercermin pada keadaan fasilitas transportasi serta aliran orang, barang, maupun jasa. Transportasi merupakan tolok ukur dalam interaksi keruangan antar wilayah dan sangat penting peranannya dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah.
Perencanaan diintegrasikan dengan mempertimbangkan semua aspek kebutuhan rumah tangga, baik kebutuhan hidup sehari-hari, ekonomi, maupun kebutuhan sosial. Perencanaan tersebut berdasarkan pada sistem pengumpulan data yang cermat Menggunakan rumah tangga sebagai fokus dalam proses perencanaan Mengembangkan seperangkat set informasi yang komprehensif pada semua aspek infrastruktur perdesaan Mengidentifikasi intervensi-intervensi antara perbaikan sistem transportasi lokal (jalan dan pelayanan transportasi lokal) dan untuk lokasi pelayanan yang paling cocok Perencanaan tersebut mudah diaplikasikan Perencanaan tersebut murni menggunakan perencanaan pendekatan sistem bottom-up.
Teori keruangan pada dasarnya di awali oleh teori lokasi telah di jelaskan oleh para ilmuwan sebelumnya, yaitu Von Thunen yang terkenal dengan teori lokasi pertaniannya, Weber dan Losch yang cenderung ke arah teori lokasi Industri, dan Christaller yang teorinya terkenal dengan sebutan Central Place Theory atau Teori Tempat Pusat.
Analisis keruangan adalah analisis lokasi yang menitik beratkan pada tiga unsur jarak (distance), kaitan (interaction) dan gerakan (movement), tujuan dari analisis keruangan adalah untuk mengukur apakah kondisi yang ada sesuai sesuai dengan struktur keruangan, dan menganalisa interaksi antar unit keruangan yaitu hubungan antara ekonomi dan interaksi keruangan, aksesibilitas antara pusat dan perhentian suatu wilayah, dan hambatan interaksi, hal ini didasarkan oleh adanya tempat-tempat (kota) yang menjadi pusat kegiatan bagi tempat-tempat lain, serta adanya hirakri diantara tempat-tempat tersebut.
Namun,pada kenyataannya dalam suatu wilayah ada keterkaitan fungsional antara satu pusat dengan wilayah sekelilingnya dan adanya dukungan penduduk untuk keberadaan suatu fungsi tertentu dimana barang mempunyai sifat goods order dan tidak setiap barang/jasa ada di setiap tempat. Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam Central Place Theory yang dikemukakan oleh Walter Christaller dimana perkembangan tempat-tempat sentral tergantung konsumsi barang sentral yang dipengaruhi faktor penduduk, permintaan & penawaran serta harga, juga kondisi wilayah dan transport.
Untuk menganalisis dan memecahkan masalah interaksi keruangan seperti menganalisis penggunaan lahan antara pusat kota dengan perumahan penduduk, perbedaan nilai lahan antara kota besar dengan kota kecil, analisis terhadap perpindahan populasi, corak migrasi, pola perjalanan bisnis dan commercial travel serta pertukaran informasi dan barang, semua itu dapat dianalisis dengan mempergunakan Model Gravitasi.
Suatu wilayah tertentu bergantung pada wilayah lain, demikian juga wilayah lain memiliki ketergantungan pada wilayah tertentu. Diantara wilayah-wilayah tersebut, terdapat wilayah-wilayah tertentu yang memiliki kelebihan dibanding yang lain sehingga wilayah tersebut memiliki beberapa fasilitas yang mampu melayani kebutuhan penduduk dalam radius yang lebih luas, sehingga penduduk pada radius tertentu akan mendatangi wilayah tersebut untuk memperoleh kebutuhan yang diperlukan.
Nearest Neigbour Analysis
Persebaran titik sering digunakan geografi, tetapi yang sulit adalah menjelaskan bagaimana pola persebarannya Sehingga digunakanlah analisa tetangga terdekat nearest neighbour analysis (NNA), Dengan NNA, kita akan memperoleh sebuah indeks yang dapat dihubungkan dengan tempat lain. Yang mana kegunaanya adalah untuk Melihat pola sebaran objek (fisik atau non fisik)dalam ruang, dan merencanakan letak pusat pelayanan.
Analysis ini memiliki asumsi yaitu:
Daerah yang dianalisa memiliki tingkat aksesibilitas yang seragam dan tidak ada hambatan,
Jika ada hambatan, tidak dapat dilihat sebagai titikTerdekat
Objek yang diteliti memiliki kekuatan yang sama
Jarak terdekat ditentukan oleh peneliti
Jumlah titik yang dianalisa memenuhi persyaratansampel besar (beberap sumber menyebutkan minimum 30)
Graph Theory
Analisis Graf dilakukan untuk menganalisis sebaran garis, jaringan sungai dan jaringan jalan,misalnya, Jaringan jalan sebagai prasarana penghubung lokasi sebagai salah satu indikator kemajuan wilayah. Jika kerapatan jaringan jalan menunjukkan panjang jalan dalam suatu wilayah, maka dengan analisis graf dapat menunjukkan tingkat keterkaitan antar lokasi di suatu tempat.
Morlok (1988) mengemukakan bahwa akibat adanya perbedaan tingkat pemilikan sumberdaya dan keterbatasan kemampuan wilayah dalam mendukung kebutuhan penduduk suatu wilayah menyebabkan terjadinya pertukaran barang, orang dan jasa antar wilayah. Dalam menyelenggarakan kehidupannya, manusia mempergunakan ruang tempat tinggal yang disebut permukiman yang terbentuk dari unsur-unsur working, opportunities, circulation, housing, recreation, and other living facilities (Hadi Sabari Yunus, 1987).
Unsur circulation adalah jaringan transportasi dan komunikasi yang ada dalam permukiman. Sistem transportasi dan komunikasi meliputi sistem internal dan eksternal. Perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat lain selalu melalui jalur-jalur tertentu. Tempat asal dan tempat tujuan dihubungkan satu sama lain dengan suatu jaringan (network) dalam ruang. Jaringan tersebut dapat berupa jaringan jalan, yang merupakan bagian dari sistem transportasi. Transportasi merupakan hal yang penting dalam suatu sistem, karena tanpa transportasi perhubungan antara satu tempat dengan tempat lain tidak terwujud secara baik (Bintarto, 1982). Hurst (1974) mengemukakan bahwa interaksi antar wilayah tercermin pada keadaan fasilitas transportasi serta aliran orang, barang, maupun jasa. Transportasi merupakan tolok ukur dalam interaksi keruangan antar wilayah dan sangat penting peranannya dalam menunjang proses perkembangan suatu wilayah.
Perencanaan diintegrasikan dengan mempertimbangkan semua aspek kebutuhan rumah tangga, baik kebutuhan hidup sehari-hari, ekonomi, maupun kebutuhan sosial. Perencanaan tersebut berdasarkan pada sistem pengumpulan data yang cermat Menggunakan rumah tangga sebagai fokus dalam proses perencanaan Mengembangkan seperangkat set informasi yang komprehensif pada semua aspek infrastruktur perdesaan Mengidentifikasi intervensi-intervensi antara perbaikan sistem transportasi lokal (jalan dan pelayanan transportasi lokal) dan untuk lokasi pelayanan yang paling cocok Perencanaan tersebut mudah diaplikasikan Perencanaan tersebut murni menggunakan perencanaan pendekatan sistem bottom-up.
Komentar
Posting Komentar