CONTOH KASUS TEORI TEMPAT PUSAT

Sebelum kita melangkah ke contoh kasus tentang Teori tempat pusat ini, ada baiknya menjelaskan terlebih dahulu apa itu teori Tempat Pusat.
Teori Tempat Pusat atau sering dikenal dengan Sentral Place Theory yang di kemukakan oleh seorang ahli geografi Jerman bernama Walter Christaller. Yang dimana secara umum, menyatakan bahwa lokasi pusat sebuah kegiatan harus terletak pada suatu kawasan yang memungkinkan peran serta penduduk dengan jumlah maksimal, baik yang terlibat dalam kegiatan pelayanan maupun yang menjadi konsumen. Lalu selain Teori yang di kemukakan oleh Christaller, ada satu teori lagi yang bisa dibilang sebagai pelengkap teori di atas, yaitu teori yang di kemukakan oleh August Losch yang lebih mengangkat ke arah perekonomian Khususnya ke arah permintaan.
Lalu yang sekarang yang jadi pertanyaan sebelum ke contoh kasus adalah, apakah masih relevan kan teori keduanya dengan keadaan sekarang? Atau teori manakah yang lebih relevan antara teori yang di kemukakan oleh Christaller atau Losch?.
CONTOH KASUS
Salah satu tempat yang bisa diambil sebagai salah satu Contoh kasus adalah, Kota Surabaya.
Mengapa Surabaya? Seperti yang telah di sebutkan bahwa, yang kita angkat sekarang adalah tentang sentral place, atau tempat sentral atau tempat pusat. Yang dimana dalam konteks ini adalah, sebuah tempat yang bisa di jadikan pusat semua kegiatan baik dalam segi perekonomian, segi pemerintahan, kependudukan, perdagangan, perindustrian, dll. Dan Surabaya sebagai Kota terbesar ke 2 setelah Jakarta, memiliki semuanya itu.
A.Deskripsi Wilayah
Kota Surabaya adalah ibukota Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Dengan jumlah penduduk metropolisnya yang mencapai 3 juta jiwa, Surabaya merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di kawasan Indonesia timur. Surabaya terkenal dengan sebutan Kota Pahlawan karena sejarahnya yang sangat diperhitungkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah. Kata Surabaya konon berasal dari cerita mitos pertempuran antara sura (ikan hiu) dan baya (buaya).
Pada zaman Hindia-Belanda, Surabaya berstatus sebagai ibukota Karesidenan Surabaya, yang wilayahnya juga mencakup daerah yang kini wilayah Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, dan Jombang. Pada tahun 1905, Surabaya mendapat status kotamadya (Gemeente). Pada tahun 1926, Surabaya ditetapkan sebagai ibukota provinsi Jawa Timur. Sejak itu Surabaya berkembang menjadi kota modern terbesar kedua di Hindia-Belanda setelah Batavia.
Surabaya terletak di tepi pantai utara provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Madura di Utara dan Timur, Kabupaten Sidoarjo di Selatan, serta Kabupaten Gresik di Barat. Surabaya berada pada dataran rendah,ketinggian antara 3 - 6 m di atas permukaan laut kecuali di bagian Selatan terdapat 2 bukit landai yaitu di daerah Lidah dan Gayungan ketinggiannya antara 25 - 50 m diatas permukaan laut dan di bagian barat sedikit bergelombang. Surabaya terdapat muara Kali Mas, yakni satu dari dua pecahan Sungai Brantas.luas wilayah kota surabaya adalah 374,36 km2.
B.Hubungan dengan Teori Christaller dan Losch
Adapun hubungannya dengan kedua teori diatas adalah, seperti yang telah disebutkan bahwa, Surabaya merupakan Pusat Kota yang ada di wilayah Propinsi Jawa Timur, dan ini bisa dikatakan ada kaitannya dengan Teori dari ke duanya yang mengangkat tentang tempat sentral.
a.Asas Pasar
Asas pasar dalam Teori ini adalah dimana tempat sentral tertinggi bisa melayani seluruh daerah di sekitarnya, baik di wilayah kabupaten dan desa. Sebagai kota metropolitan yang menjadikannya sebagai pusat kegiatan di Jawa Timur dan sekitarnya, Surabaya tidak luput dari serangan kegiatan perekonomian, dimana sebagian besar penduduknya bergerak dalam bidang jasa, industri, dan perdagangan. Banyak perusahaan besar yang berkantor pusat di Surabaya, seperti PT sampoerna Tbk, Maspion, Wing’s Group, Unilever, dan PT PAL. Lalu terdapat juga Kawasan Industri yaitu Surabaya Industri Estate Rungkut (SIER) dan Margumulyo. Selain di bidang Industri, dewasa ini terdapat belasan mal-mal serta puluhan supermarket besar seperti, Tunjungan Plaza, Pakuwon Trade Center dan Supermall Pakuwon Indah (satu gedung), Mal Galaxy, Golden City Mall, Bubutan Junction (BG Junction), Royal Plaza, City of Tomorrow (CiTo), Surabaya Town Square (Sutos), Hi Tech Mall, Maspion Square, MEX Building, Pasar Atum Mall, ITC Surabaya, Plaza Marina (dahulu Sinar Fontana), dan Plasa Surabaya,dan yang paling baru adalah Empire Palace yang sekaligus merupakan Wedding mal pertama di Indonesia. Sedangkan pusat perbelanjaan tradisional ternama yang ada di Surabaya adalah Pasar Turi, Pasar Atom dan Darmo Trade Center ( pasar Wonokromo. Maka Dengan banyaknya jenis dan kegiatan perekonomian tersebut, Surabaya bisa melayani serta memenuhi kebutuhan tentang barang atas daerah-daerah sekitarnya yang berada di bawahnya.
b.Asas Pengangkutan
Penyebaran tempat-tempat sentral paling menguntungkan apabila terdapat tempat penting yang terletak pada jalan yang menghubungkan dua kota. Di Surabaya sendiri, fasilitas yang berkaitan dengan akses pengangkutan bisa dikatakan mudah, karena Surabaya merupakan pusat transportasi transportasi darat di bagian timur Pulau Jawa, yakni pertemuan dari sejumlah jalan raya yang menghubungkan Surabaya dengan kota-kota lainnya. Jalan tol termasuk ruas Surabaya-Gresik, Surabaya-Waru-Gempol, dan Waru-Bandara Juanda. Saat ini telah dikaji rencana pembangunan jalan tol dalam kota Lintas Tengah dan Lintas Timur untuk mengurangi kemacetan. Jalan tol yang akan segera dibangun adalah Surabaya-Mojokerto-Kertosono. Untuk menghubungkan Surabaya dengan pulau Madura, terdapat Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia. Selain itu juga, terdapat fasilitas transportasi lain yang mendukung yaitu, Bus dan kereta api. Maka, dengan adanya fasilitas transportasi yang memadai, jasa pengangkutan dari pusat sentral ke wilayah sekitanya dapat berjalan dengan mudah serta efisien.
c.Asas Pemerintahan
Dalam teori ini, asas pemerintahan lebih ke arah sifat sosial politik di bandingkan dengan ekonomi, tapi tidak dapat dipungkiri juga, bahwa sistem perekonomian di setiap wilayah harus mendapat perhatian serta di pengaruhi oleh kekuasaan negara. Surabaya, selain sebagai pusat industri, perdagangan dan sebagainya. Juga merupakan pusat dari pemerintahan di Provinsi Jawa Timur, yang dimana terdapat kantor-kantor pemerintahan yang memiliki tanggung jawab dalam sistem yang ada.


C.Relevankanh? Christaller vs Losch!!
Dalam Teori Christaller secara umum bisa di katakan mempelajari pengaruh berbagai perubahan yang terjadi dalam faktor-faktor yang dijelaskan.bertambahnya penduduk dapat berakibat terbentuk nya tempat-tempat sentral baru atau yang lebih besar. Berkurangnya penduduk, dapat berakibat pada kemunduran atau berkurangnya fungsi kota. Perubahan dalam pendapatan karena perubahan harga dan penawaran barang-barang pusat juga dapat mempengaruhi pertumbuhan pusat-pusat sentral. Selain itu, alat transportasi juga memberi kedudukan yang menguntungkan pada tempat-tempat sentral karena dapat mendistribusi kan barang ke luar dari tempat sentral. Asas pengangkutan akan berpengaruh apabila jumlah permintaan terhadap barang sentral jumlahnya banyak dan prasarana transportasi (jalan) besar. Artinya, lingkungan alam memegang peranan akan pembentukan jaringan hubungan lalu lintas. Asas pemerintahan akan berpengaruh jika aspek-aspek non-ekonomi lebih kuat dibandingkan dengan aspek yang lainnya. Jaringan setiap kota sedang dibentuk dengan dukungan alam yang menguntungkan. Sedangkan Teori Losch, yang dimana lebih cenderung ke arah permintaan barang yang mana lebih memikirkan permintaan konsumen. Meskipun teori tempat pusat Losch's melihat lingkungan yang ideal untuk konsumen, baik dan ide-ide Christaller adalah penting untuk mempelajari lokasi ritel di daerah perkotaan hari ini. Seringkali, dusun kecil di daerah pedesaan melakukan tindakan sebagai tempat pusat permukiman berbagai kecil karena mereka adalah di mana orang melakukan perjalanan untuk membeli barang-barang sehari-hari mereka. Namun, ketika mereka harus membeli barang-barang bernilai tinggi seperti mobil dan komputer, mereka harus melakukan perjalanan ke kota besar atau kota - yang berfungsi tidak hanya pemukiman kecil mereka tetapi orang di sekitar mereka juga. Model ini ditunjukkan di seluruh dunia, dari daerah pedesaan di Jawa Timur ke Surabaya dengan masyarakat kecil yang dilayani oleh kota-kota besar, kota, dan ibukota regional.
Tidak relevan
Ketidak relevannya kedua teori ini adalah dimana mereka sama-sama mengatakan bahwa wilayah itu adalah homogen dan datar, padahal sebenarnya tidak, permukaan wilayah itu berbeda-beda, ada yang bergelombang dan tidak rata. Lalu kebutuhan masyarakat yang sama, yang ternyata,tidak semuanya kebutuhan yang diperlukan oleh setiap orang itu tidaklah sama, dan tidah homogen, tetapi beragam.

Komentar