SITI FATIMAH AZZAHRA
L2D009003
A
J.H Von Thunen ialah seorang ahli ekonomi pertanian dari Jerman yang pada tahun 1826-1850 mengeluarkan teori yang tertuang dalam buku Der Isolirte Staat. Von Thunen adalah orang pertama yang membuat model analitik dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak. Dalam menjelaskan teorinya ini, Von Thunen menggunakan tanah pertanian sebagai contoh kasusnya. Dia menggambarkan bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah. Karena itu Teori Von Thunen lebih di kenal sebagai teori lokasi pertanian.
Vont Thunen melalui teorinya menciptakan contoh cara berfikir efektif yang di dasarkan atas penelitian statistik, yang mulai dengan model sederhana selangkah demi selangkah memasukkan komplikasi atau unsur baru sehingga semakin mendekati konkret. Ia mengembangkan suatu teori sewa tanah dan teori produktivitas marginal yang di terapkan dalam upah dan bunga.
Von Thunen berpendapat bahwa suatu pola produksi pertanian berhubungan dengan pola tata guna lahan di wilayah sekitar pusat pasar atau kota.
Model Von Thunen mengenai tanah pertanian ini, dibuat sebelum era industrialisasi, yang memiliki asumsi dasar sebagai berikut :
a. Wilayah model yang terisolasikan (isolated state) adalah bebas dari pengaruh pasar-pasar kota lain,
b. Wilayah model membentuk tipe permukiman perkampungan di mana kebanyakan keluarga petani hidup pada tempat-tempat yang terpusat dan bukan tersebar di seluruh wilayah,
c. Wilayah model memiliki iklim, tanah, topografi yang seragam, atau uniform (produktivitas tanah secara fisik adalah sama),
d. Wilayah model memiliki fasilitas transportasi tradisional yang relatif seragam,
e. Faktor-faktor alamiah yang mempengaruhi penggunaan lahan adalah konstan.
Dari asumsi di atas, dapat dikatakan bahwa tingkat sewa tanah adalah akan mahal jika terletak di pusat pasar dan akan semakin rendah sewanya jika terletak jauh dari pasar. Dan ini bisa dikatakan juga bahwa, makin tinggi kemampuan untuk membayar sewa tanah, maka makin besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi di dekat pusat pasar.
Lalu jika kita menarik sebuah kesimpulan mengenai perihal yang dapat mempengaruhi sewa tanah, jika dilihat dari asumsi diatas. Bahwa sewa tanah dipengaruhi oleh :
Kualitas tanah yang disebabkan oleh kesuburan tanah, pengairan, adanya fasilitas listrik, jalan dan sarana lainnya.
Letaknya strategis untuk perusahaan/industri.
Banyaknya permintaan tanah yang ditujukan untuk pabrik, bangunan rumah, perkebunan.
Meskipun model Von Thunen dapat dikatakan masih sangat sederhana, tetapi sumbangan pemikirannya terhadap ilmu pengembangan wilayah adalah cukup penting, yaitu mengenai penentuan kawasan (zoning) menurut berbagai jenis kegiatan usaha (pertanian).
L2D009003
A
J.H Von Thunen ialah seorang ahli ekonomi pertanian dari Jerman yang pada tahun 1826-1850 mengeluarkan teori yang tertuang dalam buku Der Isolirte Staat. Von Thunen adalah orang pertama yang membuat model analitik dasar dari hubungan antara pasar, produksi, dan jarak. Dalam menjelaskan teorinya ini, Von Thunen menggunakan tanah pertanian sebagai contoh kasusnya. Dia menggambarkan bahwa perbedaan ongkos transportasi tiap komoditas pertanian dari tempat produksi ke pasar terdekat mempengaruhi jenis penggunaan tanah yang ada di suatu daerah. Karena itu Teori Von Thunen lebih di kenal sebagai teori lokasi pertanian.
Vont Thunen melalui teorinya menciptakan contoh cara berfikir efektif yang di dasarkan atas penelitian statistik, yang mulai dengan model sederhana selangkah demi selangkah memasukkan komplikasi atau unsur baru sehingga semakin mendekati konkret. Ia mengembangkan suatu teori sewa tanah dan teori produktivitas marginal yang di terapkan dalam upah dan bunga.
Von Thunen berpendapat bahwa suatu pola produksi pertanian berhubungan dengan pola tata guna lahan di wilayah sekitar pusat pasar atau kota.
Model Von Thunen mengenai tanah pertanian ini, dibuat sebelum era industrialisasi, yang memiliki asumsi dasar sebagai berikut :
a. Wilayah model yang terisolasikan (isolated state) adalah bebas dari pengaruh pasar-pasar kota lain,
b. Wilayah model membentuk tipe permukiman perkampungan di mana kebanyakan keluarga petani hidup pada tempat-tempat yang terpusat dan bukan tersebar di seluruh wilayah,
c. Wilayah model memiliki iklim, tanah, topografi yang seragam, atau uniform (produktivitas tanah secara fisik adalah sama),
d. Wilayah model memiliki fasilitas transportasi tradisional yang relatif seragam,
e. Faktor-faktor alamiah yang mempengaruhi penggunaan lahan adalah konstan.
Dari asumsi di atas, dapat dikatakan bahwa tingkat sewa tanah adalah akan mahal jika terletak di pusat pasar dan akan semakin rendah sewanya jika terletak jauh dari pasar. Dan ini bisa dikatakan juga bahwa, makin tinggi kemampuan untuk membayar sewa tanah, maka makin besar kemungkinan kegiatan itu berlokasi di dekat pusat pasar.
Lalu jika kita menarik sebuah kesimpulan mengenai perihal yang dapat mempengaruhi sewa tanah, jika dilihat dari asumsi diatas. Bahwa sewa tanah dipengaruhi oleh :
Kualitas tanah yang disebabkan oleh kesuburan tanah, pengairan, adanya fasilitas listrik, jalan dan sarana lainnya.
Letaknya strategis untuk perusahaan/industri.
Banyaknya permintaan tanah yang ditujukan untuk pabrik, bangunan rumah, perkebunan.
Meskipun model Von Thunen dapat dikatakan masih sangat sederhana, tetapi sumbangan pemikirannya terhadap ilmu pengembangan wilayah adalah cukup penting, yaitu mengenai penentuan kawasan (zoning) menurut berbagai jenis kegiatan usaha (pertanian).
Komentar
Posting Komentar